Posts from the ‘TULISAN LAMAKU’ Category

Infiruu Fii Sabiilillaah (Berangkatlah”untuk Berperang” pada Jalan Allah)

9_38

9_39

9_40

9_41

Wahai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.

Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

QS. at-Taubah (9) : 38-41

rose-2Ampuni hamba Yaa Rabbi, jika selama ini hamba merasa malas dan tidak bersegera dalam menyambut seruan dakwah.

Alhamdulillah, seorang ustadz telah mengingatkan hamba kembali dengan ayat ini saat di majelis tarbiyah.

Semoga hamba kembali berkomitmen terhadap dakwah dalam barisan yang teratur dan kokoh.

Bagaimana Agar Kembali Komitmen Terhadap Dakwah

  • Memahami sejarah awal tumbuhnya dakwah
  • Memahami aqidah yang melandasi dakwah
  • Meyakini tujuan, sasaran dan sarana dakwah
  • Menguasai manhaj dakwah (Al-Qur’an & As-sunah)
  • Komitmen dengan sikap dakwah terhadap kelompok dakwah lain: bekerjasama dalam hal-hal yang disepakati dan toleransi terhadap hal-hal yang diperdebatkan. Tidak terlibat dalam perdebatan dengan kelompok dakwah lain karena dapat menimbulkan permusuhan di antara umat Islam.

(catatan tarbiyah)

Putri Malu, Memperlihatkan Tanda-tanda Kebesaran Allah SWT

3

Penulis: INVISA

Fenomena alam yang terjadi di dunia ini sungguh menakjubkan apabila kita betul-betul menyaksikan dan merenungi ciptaan sang Khaliq. Beragam makhluk hidup dengan berbagai variasi bentuk, ukuran dan warna serta tingkah laku mereka yang menggemaskan menyadarkan kita akan kebesaran sang Pencipta alam semesta. Sedikit saja fenomena alam yang kita amati, semestinya sudah cukup untuk menyadarkan kita bahwa hal itu terjadi karena adanya sang Penguasa alam. Dia-lah Allah SWT yang mengatur segala kejadian, yang menciptakan kehidupan ini dengan sistem yang sempurna tanpa cacat.

Sistem kehidupan yang sempurna dapat kita lihat sebagai contoh, yaitu sistem pergerakan dan sistem saraf. Setiap makhluk hidup mempunyai sistem pergerakan dan sistem saraf yang menyebabkan mereka mampu bergerak dan bereaksi (merespon). Oleh karena itu, bergerak dan bereaksi merupakan suatu sifat yang dimiliki makhluk hidup.

Kemampuan bergerak sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk melakukan berbagai aktivitas hidupnya. Hewan bergerak untuk mencari makanan atau mencari tempat yang aman untuk berlindung. Manusia bergerak untuk melakukan berbagai aktivitas hariannya. Gerak pada manusia atau hewan maksudnya adalah gerak berpindah tempat seperti berjalan dan berlari atau sekadar menggerakan bagian tubuhnya saja. Sistem pergerakan ini terdiri dari sistem otot dan persendian, yang memungkinkan bagian tubuhnya dapat digerakkan. Di samping kerja sistem otot dan persendian, pergerakan terjadi karena tubuh dilengkapi dengan sistem yang mampu menjalarkan rangsangan ke seluruh tubuh, yaitu sistem saraf.

Tetumbuhan sebagai makhluk hidup tentu memiliki kemampuan bergerak pula. Sepintas agaknya janggal kalau dikatakan bahwa tetumbuhan bergerak, namun nyatanya demikian. Timbul pertanyaan bagaimana tetumbuhan dapat bergerak padahal tidak mempunyai sistem otot, persendian dan sistem saraf seperti pada manusia atau hewan?

Meskipun tidak mempunyai sistem otot, sendi dan saraf, tetumbuhan tetap mampu bergerak. Gerak pada tumbuhan memang bukan gerakan berjalan atau berlari seperti yang mampu dilakukan manusia atau hewan, melainkan gerak bagian tubuhnya saja. Tetumbuhan bergerak terus-menerus akibat pertumbuhannya. Pemanjangan ujung batang atau ujung akar adalah akibat pembelahan sel-sel pada bagian ujung batang atau ujung akar tersebut.

Gerak bagian tubuh tumbuhan dapat tejadi pula akibat rangsangan dari lingkungan luar. Gerak ini merupakan reaksi tubuh terhadap rangsangan tersebut. Rangsangan cahaya terhadap tanaman dalam pot yang diletakkan dekat jendela menimbulkan reaksi ujung batang membelok ke arah datangnya cahaya. Menutupnya daun atau bunga beberapa jenis tumbuhan pada malam hari dan membukanya daun atau bunga pada siang hari merupakan reaksi yang timbul akibat rangsangan berupa perubahan temperatur dan intensitas cahaya.

Putri Malu Mereaksi Rangsangan

Saat kita berjalan di antara semak-semak dengan tidak sengaja tangan kita menyentuh bagian tubuh suatu jenis tumbuhan. Sentuhan tangan kita pada tumbuhan itu menimbulkan reaksi sehingga daun-daunnya menguncup dan tubuhnya terkulai layaknya tumbuhan yang layu. Oleh karena reaksinya terhadap rangsangan membuat tumbuhan ini terkulai, maka dikenal dengan nama putri malu atau rumput tidur(sleep grass).

Rangsangan pada putri malu menjalar baik dari ujung ke pangkal maupun dari pangkal ke ujung. Jika sebatang korek api menyala ditaruh di bawah ujung selembar daunnya, maka bukan daun itu saja yang segera menguncup, tetapi secara bertahap dengan cepat semua daun yang lain yang setangkai dengan daun itu akan menguncup pula. Kemudian perlahan-lahan ruas utama pun bereaksi, akhirnya rangsangan itu perlahan-lahan bergerak ke seluruh bagian atas dan bawah batang dan menyebabkan keadaan terkulai yang menyeluruh. Kita rasanya sedang menonton perjalanan rangsang sepanjang susunan saraf seekor binatang dengan gerak yang sangat lambat. Namun timbul pertanyaan dalam benak kita bagaimana mungkin “putri malu’ dapat menjalarkan rangsang ke bagian atau seluruh tubuhnya padahal dia tidak memiliki sistem saraf seperti yang dimiliki manusia atau hewan? Tanpa pemikiran yang mendalam mustahil kita mampu menjawab pertanyaan ini.

Sudah semestinya kita sebagai makhluk yang diberi akal, memanfaatkan akal ini untuk berfikir. Dengan berfikir mendorong kita untuk dapat berikhtiar dengan cara melakukan penelitian. Sehingga kita dapat mengetahui bagaimana putri malu mereaksi rangsangan yang mengenainya. Dengan demikian, kita akan lebih memahami ayat-ayat Allah karena kita akan menyadari bahwa penjalaran rangsang yang terjadi ini telah diatur oleh yang Maha Kuasa.

Pembengkakan sebagai Alat Peka

Dalam ilmu Botani putri malu tergolong keluarga Mimosaceae dan memiliki nama ilmiah Mimosa pudica. Mimosa ini memiliki susunan daun kecil teratur simetris sepanjang tangkai daun. Tiap daun ditopang oleh suatu pembengkakan di pangkal lekatannya pada ranting. Sedang tiap ranting mempunyai pembengkakan serupa di pangkal nya pada batang. Pembengkakan ini (pulvinus) merupakan bagian yang peka terhadap rangsangan. Struktur ini mampu menimbulkan gerak daun-daun atau anak daun, yaitu gerak buka-tutup.

mimosa

Pada saat mereaksi sentuhan, daun Putri malu menguncup akibat hilangnya turgor karena air dalam sel-sel pulvinus keluar. Lalu ranting pun terkulai oleh karena hilangnya turgor pada pangkalnya. Putri malu ini seakan-akan jatuh pingsan dan daun-daunnya tergulung erat.

Gerak buka-tutup terjadi karena perubahan keseimbangan air (turgor) dalam sel-sel pulvinus. Sel-sel ini memiliki dinding sel tipis dan terisi air dari pembuluh lembut jaringan pengangkut yang berhubungan dengan sistem saluran pusat tumbuhan. Adanya rangsangan kecil menghilangkan keseimbangan air di dalam sel-sel pulvinus pangkal daun karena air dalam sel-sel tersebut mengalir ke luar. Sedangkan rangsangan yang lebih kuat menimbulkan reaksi serupa di dalam sel-sel pulvinus pangkal ranting. Akhirnya mungkin seluruh tubuh terpengaruh.

Mekanisme Perubahan Turgor dalam Sel–sel Pulvinus

Di dalam sel tumbuhan terdapat suatu struktur yang dapat mempertahankan turgor, struktur itu adalah vakuola. Vakuola mengeluarkan proton (H+) yang dapat melemahkan dinding. Seiring dengan peristiwa ini vakuola menyerap air dengan cepat lalu membengkak dan menekan cairan sel ke dinding sel serta mengakibatkan tekanan turgor untuk meregangkan dinding sehingga berukuran lebih besar.

pulvinus

Tanda panah menunjukkan bagian pulvinus

Daun Mimosa menunjukkan pembengkakan (pulvinus) pada pangkal tangkai daun dan pada setiap pangkal anak daun primer dan anak daun sekunder.

Seperti bola sepak yang telah dipompa, dinding sel pun menjadi kencang. Kekencangan ini dilipatgandakan beribu-ribu kali di dalam semua sel yang terdapat dalam pulvinus, sehingga bagian tumbuhan itu menjadi kaku. Bila tumbuhan kekurangan air karena menguap atau keluar dari sel seperti yang terjadi pada sel-sel pulvinus putri malu yang terkena rangsangan, maka turgor sel berkurang dan kekakuan tumbuhan pun berkurang, sehingga daun-daun putri malu saling menutup. Jika turgor hilang sama sekali maka daun dan batang akan menjadi semakin lemas dan putri malu pun terkulai.

Ketika pengaruh rangsangan telah dipindahkan menuju pulvinus pada pangkal tangkai daun, air keluar dari sel-sel bagian bawah pulvinus yang berdinding tipis menuju ruang antar sel. Karena sel-sel ini kehilangan turgornya sedangkan sel-sel pada bagian atas pulvinus tetap membengkak, maka tangkai daun pun terkulai.

Pulvinus pada pangkal anak daun primer berperan sama seperti pulvinus pada pangkal tangkai daun. Tetapi pulvinus pada pangkal anak daun sekunder berperan dengan cara sebaliknya. Dengan kata lain, pada saat tumbuhan terangsang, pulvinus pada pangkal tangkai daun dan pangkal tangkai anak daun primer akan menyebabkan tangkai daun dan tangkai anak daun mengarah ke bawah. Sedangkan pulvinus pada pangkal daun sekunder menyebabkan anak-anak daun mengarah ke atas sehingga saling menutup.

Putri Malu Pun Tak Ingin Disakiti

Tiadalah Allah SWT menciptakan segala sesuatu di dunia ini dengan sia-sia. Struktur pulvinus putri malu bukanlah struktur yang tanpa fungsi atau yang terbentuk secara kebetulan. Allah telah menciptakan struktur ini dengan sempurna agar manusia dapat mengetahui tanda-tanda kebesaran-Nya, dan agar manusia dapat mengambil pelajaran dari reaksi yang terjadi pada tumbuhan ini. Banyak manusia yang mengenal putri malu ini dan sering melihat reaksinya, tapi tak banyak yang dapat mengambil pelajaran darinya.

“Dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran (Q.S. An-Nahl:13).”

Reaksi spontan yang terjadi pada putri malu memberikan pelajaran bagi kita, bahwa tumbuhan pun memiliki perasaan dan mampu mempertahankan dirinya. Apabila disentuh atau diperlakukan dengan kasar, daun putri malu akan menguncup seolah-olah takut disakiti. Hal ini merupakan mekanisme perlindungan untuk mempertahankan dirinya, terutama dari gangguan binatang pemakan rumput. Keadaan terkulainya putri malu, membuat tumbuhan ini tampak tidak enak dimakan. Oleh karena itu, tumbuhan ini tidak mudah dimakan binatang.

Allah SWT telah mengatur reaksi spontan putri malu ini, semata-mata untuk kepentingan manusia juga. Sesungguhnya tumbuhan ini sangatlah berguna dalam pertanian karena dapat membantu menyuburkan tanah. Akar tumbuhan ini mampu bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium yang mampu mengikat Nitrogen. Oleh karena itu, putri malu dilengkapi dengan sistem pertahanan diri agar tetap hidup, sehingga manusia dapat mengambil manfaat darinya.

Tumbuhan ini hidup diantara semak-semak yang umumnya sering dianggap pengganggu, sehingga seringkali terkena pembabatan. Padahal sebenarnya banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari semak-semak ini apabila kita yakin bahwa Allah menciptakan semak ini tanpa sia-sia. Alang-alang misalnya, banyak yang menganggap sebagai semak pengganggu dalam pertanian, tetapi akhir-akhir ini ternyata sari akar alang-alang dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan.

Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa tumbuhan merupakan makhluk hidup yang perlu kita lindungi dan kita jaga karena mereka memberikan banyak manfaat bagi kita. Meskipun tampak sebagai tumbuhan pengganggu dalam pertanian, sesungguhnya dari segi lain akan kita dapatkan manfaatnya. Kita tidak boleh menganggap tumbuhan yang tampak tidak indah dan hidup liar sebagai tumbuhan yang tidak bermanfaat. Mustahil Allah menciptakan segala sesuatu tanpa ada manfaatnya bagi kehidupan kita.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (Q.S. Ali-Imran: 190-191)

***

Tulisan ini mendapat penghargaan Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah “Harun Yahya” yang diselenggarakan oleh Harun Yahya Internasional Perwakilan Indonesia & Tabloid Manajemen Qolbu (MQ) Tahun 2003.

Pendidikan Terintegrasi

7Tiga Potensi Manusia
Setiap manusia yang terlahir di dunia ini diberi potensi yang sama. Ada tiga potensi yang diperoleh manusia yaitu fisik (jasmani), akal dan hati (ruhani). Ketiga potensi ini saling menguatkan satu sama lain. Jika ketiga potensi ini dikelola dengan baik maka setiap individu menjadi manusia yang kuat.

Manusia-manusia kuat dalam suatu keluarga dapat membentuk keluarga yang kuat. Manusia-manusia kuat dalam suatu masyarakat dapat membentuk masyarakat yang kuat. Dan Manusia-manusia kuat dalam suatu bangsa dapat membentuk bangsa yang kuat dan akhirnya peradaban dunia yang kuat.

Pada kenyataannya, tidak semua individu mau mengelola ketiga potensinya dengan baik. Ada yang rajin mengelola fisiknya tetapi tidak mau mengelola akal dan hatinya. Ada yang mau mengelola fisik dan akalnya tetapi membiarkan hatinya kotor, sakit atau bahkan mati.

Seorang wanita yang dikaruniai kecantikan dan penampilan yang seolah sempurna kemudian ia menghabiskan waktunya untuk merawat fisiknya agar tetap terlihat cantik sampai ia tidak mau mengelola akal dan hatinya, maka bisa jadi suatu saat ia akan tersiksa dengan keindahan fisiknya dan bisa menjadi stres. Lebih mengkhawatirkan lagi jika sampai menggelincirkan dirinya ke jurang kenistaan karena gemar memamerkan keindahan fisiknya.

Seorang yang pintar, yang rajin mengelola akalnya bahkan sampai bergelar doktor jika tidak mau mengelola hatinya, maka ia bisa menjadi penipu, koruptor, atau perampok.

Seorang yang rajin mengelola hatinya dengan banyak beribadah sampai ia tidak mempedulikan kesehatan fisiknya dan tidak disertai mengelola akalnya dengan belajar, maka ia menjadi seorang yang lemah, mudah sakit dan tata cara ibadahnya pun tidak sesuai tuntunan, akibatnya amal ibadahnya pun tertolak.

Jika salah satu potensi pada setiap individu tidak dikelola dengan baik mustahil menjadi manusia yang kuat apalagi jika dua potensi sekaligus yang tidak dikelola, pastilah menjadi manusia yang lemah tanpa guna. Akibatnya bangsa pun menjadi lemah dan terpuruk.
Mu’min yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Alloh
daripada mu’min yang lemah.

Suatu negara dengan jutaan penduduknya memiliki potensi yang besar untuk maju dan menjadi negara yang kuat. Tetapi, pada kenyataanya di Indonesia dengan jutaan penduduknya masih juga terpuruk padahal jutaan orang pintar bergelar sarjana sampai doktor ada di Indonesia. Hal ini mungkin berkaitan dengan sistem pendidikan di Indonesia yang umumnya masih memfokuskan pada salah satu potensi saja, yaitu akal.

Integrasi Tiga Potensi dalam Pendidikan

Optimis!!!
Bangsa Indonesia akan menjadi kuat dengan pengelolaan ketiga potensi besar tersebut melalui pendidikan terintegrasi antara fisik, akal dan hati baik di rumah sekolah atau lingkungan masyarakat.

Pendidikan fisik
Pendidikan fisik tidaklah cukup dengan hanya mengikuti pelajaran olahraga di sekolah selama 2 jam pelajaran dalam sepekan. Pendidikan fisik yang juga perlu diperhatikan adalah pola makan. Pola makan yang benar harus diajarkan kepada anak-anak sejak dini baik di rumah maupun di sekolah.

Pada umumnya, anak-anak gemar ngemil jajanan yang mengandung MSG (Monosodium Glutamat) karena terasa enak di lidah walaupun gizinya rendah. Jajanan tersebut mudah didapat karena selalu tersedia di warung-warung, toko-toko atau minimarket di sekitar rumah atau di kantin sekolah dengan berbagai variasi. Padahal, seperti kita telah ketahui bersama bahwa MSG yang berlebihan di dalam tubuh dapat melemahkan kerja sel-sel otak. Di samping itu, anak-anak juga gemar ngemil makanan yang mengandung zat warna sintetis dan gula seperti permen yang umumnya rendah gizi.

Sudahkah para orang tua dan pendidik mengingatkan anak-anaknya tentang bahaya mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG dan zat warna sintetis secara berlebihan? Dan sudahkah menganjurkan anak-anaknya makan makanan sehat?

Pendidikan pola makan sehat dapat dilakukan dengan cara:
Pertama, orang tua atau pendidik memberikan teladan dalam menjalankan pola makan yang sehat karena anak akan mencontoh apa yang dilakukan orang tua atau pendidiknya.
Kedua, biasakan anak-anak makan sayur dan buah sejak bayi di atas 6 bulan karena pada usia bayi/balita memori anak masih kuat sehingga kebiasaan ini dapat terus berlangsung sampai dewasa. (Tuti Soenardi, ahli gizi dan Ketua Yayasan Gizi Kuliner Jakarta).
Ketiga, sajikan sayuran dengan tampilan yang menarik sehingga anak tergerak untuk mencobanya.
Keempat, jangan membiasakan memberi hadiah atau menjajani anak dengan permen, cokelat, snack yang banyak mengandung MSG.
Kelima, jelaskan kepada anak tentang pentingnya makanan sehat untuk perkembangan sel-sel otaknya dan kekuatan tubuhnya dari serangan penyakit. Dan masih banyak lagi caranya.

Di samping pendidikan pola makan, ajarkan juga pendidikan olahraga. Pendidikan olahraga dapat dilakukan dengan teknik brain gym, yaitu gerakan menyilang antara kaki dan tangan, diantaranya:
Pertama, gerakan jalan di tempat.
Kedua, mengangkat tangan kanan dan kaki kiri bersamaan dan sebaliknya.
Ketiga, mengangkat kaki kanan dengan menyentuhkan telapak tangan kiri ke lutut dan sebaliknya.
Gerakan menyilang gunanya untuk menyeimbangkan kerja otak bagian kiri dan kanan. Dan banyak lagi gerakan lainnya, untuk panduan lebih lengkap, para orang tua atau pendidik dapat membaca buku tentang brain gym.

Pendidikan Akal
Setelah fisik diolah dengan baik maka akal pun siap bekerja untuk berpikir. Berpikir dapat menstimulus sel-sel otak untuk bersambungan satu sama lain. Sehingga daya ingat menjadi baik.

Keadaan fisik anda mempengaruhi kemampuan daya ingat anda.
(Douglas J.Herrmann, “Daya Ingat Super”)

Sebaik-baik pendidikan akal adalah dengan memikirkan penciptaan alam raya ini karena dari kegiatan itulah pelajaran diperoleh. Alam raya ini adalah ayat-ayat Alloh Tuhan Semesta Alam yang harus diperhatikan atau direnungkan (dipikirkan).

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu, penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan (merenungkan) ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran (Q.S. Shaad, 38:29)

Alam raya ini menjadi sumber belajar yang luar biasa. Mata pelajaran di sekolah sampai perguruan tinggi semua berkaitan dengan alam raya ini. Sangat disayangkan jika pembelajar tidak memanfaatkan akalnya untuk berpikir tetapi hanya menghafalnya tanpa perenungan dan juga sangat disayangkan jika pendidik tidak mendorong anak didiknya untuk berpikir secara mendalam (deep thinking).

Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?
Alloh tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar dan dalam waktu yang ditentukan.
Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya ( Q.S. Ar-ruum,30:8 )

Berpikir secara mendalam maksudnya adalah memikirkan atau merenungkan penciptaan alam raya ini sehingga mendapatkan pelajaran yang bermanfaat Tidak perlu tempat yang sunyi, sendiri dan jauh dari keramainan untuk berpikir secara mendalam. Kapanpun dan di manapun berpikir secara mendalam dapat dilakukan, asalkan ada kemauan.

Seorang pendidik di rumah (orang tua) dapat memulai mengajarkan anaknya berpikir secara mendalam sejak anaknya bangun tidur. Misalnya, ajarkan anak untuk membaca doa bangun tidur beserta terjemahnya. Kemudian terangkan bahwa kita bisa bangun dari tidur atas kehendak Alloh Yang Maha Kuasa. Bisa saja manusia tidur tanpa bangun kembali dengan kehendak Alloh. Oleh karena itu, kita harus selalu bersyukur saat kita bangun dari tidur dengan mengucapkan do’a.
Segala puji bagi Alloh yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepadanyalah kami akan kembali.

Seorang pendidik di sekolah dapat mendorong anak didiknya untuk berpikir secara mendalam ketika menerangkan suatu materi pelajaran. Misalnya, ketika mempelajari tubuh, terangkan mengapa rambut kepala bisa terus memanjang sedangkan bulu mata tidak? Alloh Yang Maha Kuasa menciptakan tubuh dengan desain yang sempurna, jika bulu mata seperti rambut kepala yang terus memanjang akan merepotkan kita karena menghalangi pandangan mata kita. Maha suci Allloh, maka bersyukurlah atas penciptaan yang sempurna ini.

Agar sebuah perenungan menghasilkan manfaat dan seterusnya menghantarkan pada sebuah kesimpulan yang benar, maka seseorang harus berpikir positif.
(Harun Yahya, “Deep Thinking”)

Pendidikan Hati
Berpikir secara mendalam bertujuan mengenal siapa penciptanya, mengenal siapa dirinya dan apa tujuan hidupnya. Dengan mengenal penciptanya berarti mereka mengenal Alloh (ma’rifatulloh).

Bagi seorang muslim, ma’rifatulloh adalah bekal untuk meraih prestasi hidup setinggi-tingginya. Sebaliknya, tanpa ma’rifatulloh tidak mungkin seorang muslim memiliki keyakinan dan keteguhan hidup.(Abdullah Gymnastiar, ”Aku Bisa”)

Ma’rifatulloh adalah pondasi yang harus ditanamkan dengan baik dalam diri. Orang yang berusaha mengenal Alloh akan merasakan kedekatan dengan Alloh maka hijab (penghalang) antara dirinya dengan Alloh akan semakin tipis dan akhirnya terbuka sehingga ia akan diberi penglihatan hati yang benar. Kemudian ia akan merasakan perubahan pribadi, keluarga maupun masyarakat. Inilah sebenarnya pendidikan hati (ruhani), yaitu diawali dengan ma’rifatulloh.

Dengan mengenal Alloh akhirnya akan tumbuh keyakinan (iman) kepada-Nya. Pupuklah iman dengan ilmu dan amal agar menjadi pribadi yang kuat dan mulia. Kuat mengadapi segala ujian hidup baik ujian diberi kelapangan/kebahagiaan maupun ujian kesempitan/kesedihan.

Hati yang dikelola dengan baik akan melengkapi otak cerdas dan badan kuat menjadi mulia.

Belajar dan beribadah dalam kondisi fisik yang sehat adalah syarat untuk membangun kekuatan bangsa. Oleh karena itu integrasi fisik, akal dan hati dalam pendidikan anak bangsa sangat diperlukan.
Wallohu a’lam.