9_38

9_39

9_40

9_41

Wahai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.

Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

QS. at-Taubah (9) : 38-41

rose-2Ampuni hamba Yaa Rabbi, jika selama ini hamba merasa malas dan tidak bersegera dalam menyambut seruan dakwah.

Alhamdulillah, seorang ustadz telah mengingatkan hamba kembali dengan ayat ini saat di majelis tarbiyah.

Semoga hamba kembali berkomitmen terhadap dakwah dalam barisan yang teratur dan kokoh.

Bagaimana Agar Kembali Komitmen Terhadap Dakwah

  • Memahami sejarah awal tumbuhnya dakwah
  • Memahami aqidah yang melandasi dakwah
  • Meyakini tujuan, sasaran dan sarana dakwah
  • Menguasai manhaj dakwah (Al-Qur’an & As-sunah)
  • Komitmen dengan sikap dakwah terhadap kelompok dakwah lain: bekerjasama dalam hal-hal yang disepakati dan toleransi terhadap hal-hal yang diperdebatkan. Tidak terlibat dalam perdebatan dengan kelompok dakwah lain karena dapat menimbulkan permusuhan di antara umat Islam.

(catatan tarbiyah)

Advertisements