1. Sudah berimankah aku terhadap kebenaran Al-Qur’an?

‘Ya Allah, dengan Al-Qur’an, karuniakanlah kasih sayang-Mu kepadaku. Jadikan Al-Qur’an sebagai imam, cahaya, hidayah dan sumber rahmat bagi hamba.’

2. Sudah mampukah aku membacanya?

Sejak balita aku mulai belajar a ba ta tsa, Alhamdulillah sekarang sudah mampu membaca Al-Qur’an.

Tausiya al-ustadz:
Langkah ini sangat penting karena merupakan golden gate (pintu gerbang emas) untuk memasuki alam Al-Qur’an.’

3. Jika sudah mampu membacanya, mampukah aku membacanya dengan baik sesuai dengan makhraj, sifat dan ahkamnya?

Sejak SD aku sudah lancar membaca Al-Qur’an sampai umurku 20-an tahun rasanya aku semakin lancar bacaannya. Sehingga aku merasa optimis bisa masuk level pertengahan setidaknya saat testing penempatan level di Ma’had Al-Qur’an program tahsin tilawah. Eh, ternyata lancar saja tidak cukup tetapi harus sesuai dengan makhraj, sifat dan ahkamnya. Jadilah aku belajar mulai level awal, tidak mengapa agar aku bisa belajar mulai dari kesalahan umumnya orang dalam membaca Al-Qur’an.

‘Alhamdulillah, Engkau telah memberiku kesempatan memperbaiki bacaan Al-Qur’an.’

Tausiyah al-ustadz:
Suatu hal yang naif jika kita membaca Al-Qur’an, yang diturunkan dalam bahasa Arab, tetapi kita tidak termotivasi untuk membaca sesuai dengan pengucapannya yang tepat, maka diperlukan bertalaqqi kepada seorang ustadz tahsin tilawah.

4. Jika sudah membacanya dengan baik, sudahkah aku membacanya rutin setiap hari? 1 juz sehari? khatam 12 kali setahun?

‘Ya Allah, karuniakan padaku kenikmatan membacanya sepanjang waktu, baik tengah malam atau tengah hari, Jadikan Al-Qur’an bagiku sebagai hujjah, ya Rabbal ‘Älamiin.’

Tausiyah al-ustadz:
Berbahagialah bagi yang sudah rutin mengkhatamkan Al-Qur’an sebulan sekali. Ketahuilah, jika fase ini saja tidak termotivasi ingin bisa, maka betapa jauhnya perbedaan derajat diri kita dengan salafush shalih, yang pada umumnya mampu khatam sepekan sekali, bahkan tiga hari sekali.

5. Jika sudah rutin, apakah
kebiasaan membaca Al-Qur’an menambah bobot iman dan islamku? meningkatkan loyalitas terhadap Allah swt, Rasul-Nya dan Al-Qur’an?

‘Wahai Yang Maha membolak-balikan hati, teguhkan hatiku dalam agama-Mu, teguhkan hatiku dalam taat kepada-Mu.’

Tausiyah al-Ustadz:
Loyalitas kita terhadap Allah swt, Rasul-Nya dan Al-Qur’an menghasilkan energi untuk membela al-Islam.

Bersambung ke tahap ke-6.

Advertisements