Ingin sekali aku masuk dalam golongan orang-orang yang akan bersama-sama malaikat yang mulia dan taat karena di dunia mahir membaca Al-Qur’an. Selain itu, Allah pun memberikan kedudukan yang tinggi karena di dunia banyak membaca Al-Qur’an. Untuk itu, aku memotivasi diri agar lebih banyak tilawah Al-Quran.

Mengikuti halaqah (pembinaan ruhiyah dalam kelompok kecil) adalah salah satu caraku memotivasi diri untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah, termasuk tilawah (membaca) Al-Qur’an. Murobbiku (pembina) menyarankan agar tilawah Al-Qur’an sebanyak 1 Juz per hari agar khatam (tamat) setiap bulan. Sebagaimana sabda Rasulullah saw kepada ‘Abdullah bin ‘Amr ra.: “Bacalah (tamatkanlah) Al-Qur’an sekali sebulan.”Berkata perawi, “Saya berkata (‘Abdullah): ‘Saya sanggup (melakukan) kurang dari satu bulan.’”Beliau bersabda: “Selesaikan selama dua puluh hari.”Berkata perawi, “Saya berkata: ‘Saya sanggup kurang dari dua puluh hari.’” Beliau bersabda:
“Selesaikan dalam sepekan,dan jangan engkau lebihkan
bacaanmu lagi (sehingga waktunya menjadi kurang dari sepekan).”(HR. Bukhari&Muslim)
Menurut riwayat lain,“Kemudian beliau (Nabi saw) memberi ia (‘Abdullah) keringanan hingga ia boleh menyelesaikan dalam lima hari.”(HR. an-Nasai & Tirmidzi) dan riwayat lain lagi,“Kemudian beliau memberi ia keringanan hingga ia boleh menyelesaikannya dalam tiga hari.”(Bukhari & Ahmad)

Karena itu, aku pun mencoba tilawah 1 Juz/hari dengan cara dicicil yaitu 2 lembar (1/5 Juz) setiap selesai shalat 5 waktu. Baru sebatas itu yang sanggup kulakukan, sungguh
masih jauh
dari kemampuan sahabat Rasul saw.

Bagiku, untuk dapat tilawah 1 Juz/hari dengan istiqomah bukan tanpa hambatan karena selalu ada musuh (syaithon laknatullah) yang tidak menghendaki manusia istiqomah dalam ibadah. Karena itu, memohon perlindungan kepada Allah swt adalah suatu keharusan bagi setiap muslim dalam seluruh aspek kehidupannya. Terlebih lagi ketika hendak
membaca Al-Qur’an sebagaimana perintah Allah swt dalam surat An-Nahl ayat 98:
“Apabila kamu membaca Al-Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”


Menurut ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf, Al-Hafizh, Lc. dalam bukunya-17 Motivasi Berinteraksi dengan Al-Qur’an- menuliskan: Jika kita menyimpulkan penafsiran Imam Ibnu Qayyim terhadap ayat di atas, maka tidak ada pekerjaan manusia yang akan mendapat gangguan setan yang lebih besar dan dahsyat daripada kegiatan bersama Al-Qur’an.

Advertisements