Dulu, aku gemar sekali mendengarkan atau menonton acara musik, baik musik ‘barat’ atau musik Indonesia terutama lagu-lagu melankolis (mungkin karena sesuai dengan kepribadianku)  🙂
Hampir setiap acara musik aku ‘tongkrongin’ di depan TV sambil ikut bernyanyi-nyanyi,sangat mengasyikan, bahkan aku merasa diriku adalah pengamat musik populer.

Wah, hampir tiada hari tanpa musik dan bernyanyi-nyanyi walau tidak punya ‘suara emas’ seperti penyanyi Rossa 😀

Sampai-sampai aku hafal banyak lagu yang sering kudengar atau aku sengaja menghafalnya dengan cara menuliskan lirik lagu yang kudengar di radio atau TV, lalu aku berulang-ulang menyanyikannya biar hafal dan catatan lagu-lagu favoritku itupun dibukukan.

Aku merasa sangat mudah menghafalkan lagu-lagu favoritku itu.

Sekarang, aku bukan lagi seorang ‘pengamat musik’. Aku tidak lagi ‘nongkrongin’ acara musik populer seperti dulu sehingga aku tidak lagi menghafal lirik-lirik lagu populer, di samping karena aku bukan ABG lagi (wah, ketahuan deh bukan ABG lagi)- sudah tidak cocok
di hatiku- juga karena aku sudah sadar alias ‘insaf’, alhamdulilläh.

Sekarang, bagiku lagu-lagu cinta (tepatnya lagu-lagu maksiat karena mengandung kata-kata mesum) adalah lagu-lagu yang sia-sia untuk didengarkan dan melalaikan, tidak ada manfaatnya bahkan banyak lirik yang menjijikan, tidak layak untuk didengarkan.

Miris dan sedih rasanya saat aku mendengar anak-anak kecil bernyanyi lagu-lagu maksiat yang sering didengarnya
dari TV bahkan orangtuanya senang karena balitanya hafal lagu-lagu semacam itu, na-ùdzubillähi min dzälik

Astagfirullah, semoga Allah mengampuni dosaku karena telah mengkufuri nikmat pendengaran yang dititipkan-Nya padaku.

Sekarang, kegemaranku adalah suatu aktivitas yang sangat bermanfaat dan lebih menyentuh hati. Apabila aku membacanya, aku berusaha membaguskan bacaannya dan memaknainya dan aku pun gemar menyimaknya dari lisan orang yang lebih fashih. Aku pun berusaha banyak membacanya dan menghafalkannya semampuku
karena membaca satu huruf saja dibalas dengan 1 kebaikan dan setiap satu kebaikan dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan. LUAR BIASA, bukan?

Mau tahu aktivitas apa?

BERINTERAKSI DENGAN AL-QUR’AN

Ayo, siapa yang mau ikutan?

Bagi yang sudah banyak pengalaman dan pengamalannya, boleh berbagi
di blogku ini agar bermanfaat juga untuk yang lain. Tulis saja di komentar.

Terimakasih
Syukran

Advertisements